Tampilkan postingan dengan label chinese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chinese. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

Chinese Proverb

Haha. Random Chinese Proverb. dunno why, wanna share it. :)) enjoy it!




“A man should choose a friend who is better than himself. There are plenty of acquaintances in the world; but very few real friends.”

—Chinese Proverb




"Tension is who you think you should be. Relaxation is who you are."
—Chinese Proverb






Sabtu, 22 Oktober 2011

Eksistensi Dupa Dalam Budaya Tionghua

Dupa atau kerap disebut Hsiang (Mandarin) atau Hio (Hokkian) adalah salah satu unsur yang eksis dalam kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun. Dupa terutama digunakan dalam acara penghormatan kepada leluhur dan acara2 ritual keagamaan beberapa agama yang ada di Tiongkok.


Asal usul dupa pertama kalinya sebenarnya bukanlah langsung digunakan untuk penyembahan atau penghormatan. Dupa masuk bersamaan dengan masuknya agama Buddha ke China. Dikatakan bahwa sewaktu Buddha Sakyamuni menyebarkan ajarannya kepada para pengikut, karena cuaca yang panas, kebanyakan murid2 tak dapat berkonsentrasi, merasa mengantuk dalam mendengarkan wejangan dari Buddha Sakyamuni. Maka untuk mengatasi hal ini, orang2 kemudian membakar kayu2 harum dan wangi untuk mengharumkan udara dan meningkatkan konsentrasi. Kemudian tradisi ini menjadi kebiasaan dalam agama Buddha dan terbawa ke China dalam penyebarannya.


Dupa kemudian diadopsi oleh agama2 dan kepercayaan2 lain yang telah lama ada di China sebelum agama Buddha masuk. Sehingga dupa menjadi sebuah alat dalam ritual dan tradisi kebudayaan Tionghoa selama ribuan tahun, baik dalam menghormati leluhur, menghormati dewa-dewi dalam agama2 tertentu di China dan juga tentunya oleh penganut agama Buddha sendiri.

Tradisi ini kemudian diperlambangkan sebagai sebuah alat untuk
berkomunikasi dengan leluhur, dewa-dewi dalam agama tertentu ataupun sang Buddha sendiri. Ini terutama karena anggapan bahwa wewangian yang menyebar dalam udara adalah salah satu bentuk penghormatan kepada yang dipuja. Asap dari dupa yang bergerak ke atas juga sebagai perlambang bahwa niat kita untuk menghormati ataupun memuja akan sampai kepada tujuannya karena anggapan umum semua bangsa dan agama di dunia (saya
kira bukan hanya dalam agama2 tertentu) bahwa yang kita puja itu baik Tuhan, Allah, Buddha, leluhur deelel yang derajatnya lebih tinggi daripada manusia bertempat di atas langit.

Dupa juga dipercaya digunakan dalam acara ritual untuk menghormati
leluhur ataupun -dewa-dewi dalam agama tertentu di China sebagai pengganti persembahan lainnya seperti kurban2 makhluk bernyawa. Jadi, sebenarnya kalau ditilik2, apa bedanya tradisi dupa dengan tradisi bunga di Barat sana? Terserah kepada masing2 pribadi utuk melihat dupa dari segi agama atau segi budaya. 
 
Sumber lain menyebutkan bahwa eksistensi Hio jauh lebih lama daripada masuknya Buddha , misalkan kitab Zhou Li (tata krama dinasti Zhou) ditulis kalau menghormati Huang Tian adalah dengan Yin. Yin adalah asap yang membumbung karena kayu2 (harum)yang dibakar. Yin itulah hio yang asli, hanya saja merepotkan kalau kayu2 dibakar , itu sebabnya dibikin model HIO yang menggunakan batang terus ditaburi lem dan bubuk cendana atau sejenisnya.
Pada tulisan Bunsu Sidartanto Buanadjaya, yang berjudul "Ru Jiao - Selayang Pandang Kesejarahan Wahyu dan Kitab Sucinya Sepanjang Kurun Waktu 5000 Tahun", Ong Kun salah satu menteri dari Oey Tee (Huang Di=Kaisar Kuning) adalah penemu Than Hio yang dipakai sebagai wewangian pada upacara sembahyang. Jauh lebih lama dari waktu masuknya agama Buddha ke Tiongkok (waktu Dinasti Han).
 
Rinto Jiang , Huang Di , King Hian 2004


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua 745




Sumber : http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/adat-istiadat/1460-eksistensi-dupa-dalam-budaya-tionghua

Pendidikan Dan Karir Yang Ideal

 Pendidikan Dan Karir Yang Ideal

Membesarkan anak dari bayi sampai dewasa membutuhkan banyak energi, emosi dan material. Mendidik anak untuk bekal penghidupan agar mereka kelak bisa hidup dengan baik juga tidak mudah. Kalau kita menganalisa maka dapat dikatakan bahwa pendidikan anak dapat dibagi dalam pendidikan rumah, pendidikan sekolah dan norma-norma yang mereka terima dari lingkungan sekitarnya, dan hasil dari tiga faktor-faktor ini membentuk identitas anak untuk menjadi dewasa. Meskipun ketiga faktor ini menentukan, namun menurut pengalaman saya yang penting ialah yang pertama dan kedua. Mendidik anak tergantung dari budaya orang tuanya. Biasanya kalau ayah atau ibunya seorang dokter, maka anaknya kebanyakan juga sekolah kedokteran dan seterusnya.

 Faktor yang kadang-kadang menentukan ialah si ibu. Banyak filosof-filosof Tionghoa ternama kebanyakan dididik oleh ibunya, karena waktu mereka masih bocah, ayahnya sudah meninggal dunia, misalnya Kong Fu-Zhi, Mengke (Mencius) Auw-yang Siu etc. Aku mengenal beberapa teman Belanda yang mengatakan pada anaknya agar mereka memilih sekolah atas dasar kesenangannya, jangan sampai kelak kecewa atas pilihannya. Pendapat ini juga sering ditulis di koran-koran Belanda, dengan perkataan lain si anak diberi kebebasan sepenuhnya untuk memilih sendiri. Saya katakan padanya bahwa kalau orang Tionghoa, si anak dari kecil dididik dan dengan kecintaan dijuruskan arahnya, menurut kemampuan sianak dan kebutuhan masyarakat. Ini adalah dua faktor yang penting yang dapat mensukseskan keberhasilan sekolah dan pekerjaannya kelak. 


Kebanyakan ibu orang Tionghoa menganjurkan agar anaknya sekolah menjadi dokter atau jurusan-jurusan yang dapat berdiri sendiri seperti apoteker, dokter gigi etc. Sayangnya, sekolah dokter ada quotanya, apalagi di Indonesia tidak mudah untuk seorang keturunan Tionghoa untuk mendapatkan tempat di fakultas kedokteran. Juga jarang universitas-universitas swasta yang didirikan oleh masyarakat Tionghoa mempunyai fakultas kedokteran dan kedokteran gigi, kecuali Universitas Res Publica yang dahulu didirikan oleh Baperki yang mempunyai fakultas-fakultas kedokteran dan tehnik yang mahal biayanya.

Aku mengenal anak dari seorang temanku yang sekolah di fakultas sastra Belanda menurut kemauan anaknya. Sesudah lulus, dia tidak mendapatkan pekerjaan selama dua tahun, lalu karena kecewa dia sekolah lagi jurusan hukum, lulus dan mudah mendapatkan pekerjaan. Adalagi yang sekolah antropologi, sesudah lulus juga tidak dapat pekerjaan dan menganggur sampai sekarang, kalau dia belajar sastra Tionghoa lebih mudah dapat pekerjaan, karena perusahan-perusahan Belanda banyak yang berdagang dengan Republik Rakyat Tiongkok, lagi pula dahulu jarang orang mengambil jurusan ini. Maka dari itu saya anjurkan agar anak-anak kita dibantu mencari jurusan yang kelak kalau lulus bisa bekerja.

Boleh dipikirkan dengan jurusan kesenangan anaknya, tetapi harus dipikirkan bersama berbagai faktor faktor yang penting kemungkinan dapat pekerjaan sesudah anaknya lulus, terutama kebutuhan masyarakat. Kalau tidak ada pekerjaan maka kesenangannya akhirnya mengakibatkan kekecewaan. Pengalaman saya dahulu ialah, saya ingin sekolah menjadi insinyur kimia, namun ibuku selalu dengan kalem dan pengertian menganjurkan aku menjadi dokter. Beliau mengatakan bahwa dokter pekerjaan yang nobel, menyembuhkan penyakit atau meringankan penderitaan manusia. Sesudah aku menjadi dokter ternyata aku merasa bahwa pekerjaanku sebagai dokter adalah karirku yang ideal. Aku harus berterima kasih kepada ibu yang dengan kebijaksanaan memilihkan jurusan yang tepat untukku. Tentunya Beliau mengetahui dengan pasti kemampuanku, dengan ijasahku bagian ilmu pasti/fisika/kimia bisa masuk ke fakultas kedokteran. Anak yang baru lulusan SMA belum mempunyai pengalaman penghidupan, maka harus kita bimbing agar yang dipilih itu tepat untuk kemudian hari.

Untuk menjawab pertanyaan: ”Bagaimana aku bisa mendapatkan karir yang ideal?” benar-benar perlu dipikirkan, bukan saja untuk memenuhi kesenangan si anak terhadap bidang pelajarannya tetapi juga, kemampuannya, kebutuhan masrakat dan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus kalau sudah lulus dll. Pertama-tama, orang harus memilih karirnya menurut kepandaian pribadi, kesenangannya dan juga permintaan dari masyarakat. Kedua, sesudah dia menemukan karirnya, dia harus bekerja dengan betul-betul, teliti, kesabaran dan jangan mudah merubah pikirannya waktu melihat sesuatu yang baru. Ketiga, jangan berpikir bahwa karir yang ideal baginya ialah pekerjaan dengan gaji yang tinggi atau untuk mendapatkan kekuasaan dan nama.

Maka dari itu karir yang ideal menurut pendapatku ialah yang dapat mengembangkan talenta seseorang, cocok dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat. Kata-kata yang cocok untuk mensukseskan karir seseorang ialah: kepandaian  yang sudah dikuasahi (Zhi), kepercayaan pada diri sendiri (Xin), bekerja keras, disiplin tetapi rasionil (ching-li), komunikasi (Ren) dan kejujuran (Yi). Pekerjaan semacam ini adalah yang ideal bagi seseorang. Dengan mengerjakan pilihannya dengan giat dan hati-hati, dia bisa membuat hari depan yang gemilang.



Dr. Han Hwie Song
Breda 21-04-2004 (Nederland)


sumber : http://web.budaya-tionghoa.net/home/1432-pendidikan-dan-karir-yang-ideal

Jumat, 04 Februari 2011

Air Susu di Balas Air Tuba (!!)

Ini kisah nyata. Kisah yg dialami org seorang nenek yang telah renta ditelan sang waktu. Seorang nenek tua sebut saja mawar yang telah aku anggap seperti nenek kandungku sendiri. Yang kuanggap seperti keluarga ku.

Semua ini berawal dari keluluhan hatinya melihat seorang anak kecil, yang bertampang lusuh. Entah karena keinginan dirinya yang ingin mempunyai seorang anak lelaki atau bagaimana. Tapi yang aku ketahui dia memungut anak lelaki itu.

Setelah mengurus berbagai surat, menamai anak lelaki itu, ia mengurusnya sebagaimana anak kandungnya sendiri. kakaknya yang tak lain adalah anak nenek itu juga menyayanginya seperti anak sendiri.

Mereka juga memperlakukannya layaknya anak sendiri. Memberikan sekolah yang terbaik meskipun kita sama-sama mengetahui 20 tahun yang lalu, uang sangat susah dicari. Mereka juga mengajarinya berbicara bahasa tionghua seperti kami.

Waktu berjalan begitu cepat hingga sekarang. Entah apalagi yang keluarga itu berikan kepadanya. Yang jelas, yang aku ketahui, ia selalu mendapatkan yang ia inginkan.


Hari ini, tepat tanggal 04 Februari 2010. Hari imlek ke-dua. Seperti biasanya, aku dan keluarga berjalan-jalan ke rumah-rumah keluarga besar seperti yang tradisi yang dilakukan keluarga kami..

Kami pun ke rumah nenek mawar itu. Entah mengapa, ketika sampai di halaman rumah itu, aku merasakan ada yg lain.
Tak seperti biasanya ramai. Padahal setauku nenek mawar itu hanya tinggal bertiga, bersama kedua keponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

kedua keponakannya itu tinggal bersama nenek mawar karena ayahnya meninggal kira-kira 2 tahun terakhir ini. Sekitar 6bulan ini, mama dari kedua bocah itu meninggalkan mereka tanpa alasan yang jelas. Itulah penyebabnya kedua bocah itu tinggal bersama nenek mawar.


kembali lagi ke rumah nenek mawar. Kami sekeluarga pun masuk ke rumah itu. Di teras depan tampak anak angkatnya yang telah tumbuh dewasa. Setau aku, dia telah memiliki istri dan 4 orang anak. Namun dari berita terakhir yang ku dengar, ia istri dan anak-anaknya kabur entah kemana.

Aku pun mengatakan gong xi kepadanya. Layaknya yg biasanya aku lakukan kepadanya. Ia hanya membalas dengan senyum kemudian menyuruh kami sekeluarga masuk ke dalam. Untuk mencari mamanya.

Kami pun masuk. Dan mata ku terkejut melihat altar yang kosong mengelompong! padahal sudah tradisi jika pada saat imlek, altar-altar biasanya berisi bermacam-macam sajian untuk dewa-dewi serta leluhur.

Aku pun masuk dan pura-pura tak tahu. kami mencari nek mawar. Ternyata ia sedang di ruang keluarganya. Duduk terkulai lemas ditemani salah seorang keponakannya.

Suasana rumah yang seperti kapal pecah! Aku pun heran bukan main. Mama ku menghampiri nek mawar. nenek mawar pun menceritakan kalau ia jatuh minggu kemarin di wc. Dan jadinya tidak bisa berjalan.

Nek mawar menceritakannya sambil terus menangis. Aku pun heran bukan main. dari sinilah aku mengetahui, jika paman itu anak angkatnya. Pantaslah muka mereka tak mirip sama sekali. Muka nek mawar yang maih ada sedikit ras chinesenya. Sedangkan paman itu tidak ada sama sekali. Mukanya mirip sekali dengan orang pribumi.

Nek mawar juga mengatakan kalau paman itu membawa teman-temannya. Memang sejauh mataku memandang, diruang kerja tempak suami nek mawar dulu ada sekelompok orang. Pria dan wanita yang kira-kira berusia 25tahunan sedang bermain kartu. Juga tercium dari ruang tamu, bau asap rokok yang kuat bukan main.

Nek mawar mengadu, jika paman itu ada ketika tragedi nenek jatuh. Namun, IA  SAMA  SEKALI  TAK  MAU  MEMBANTU. Justru tetap sibuk bermain bersama teman-temannya.
Sungguh entah anak bentuk apa dia.

tak kusadari, air mata ku menetes ketika mendengar nenek mawar bercerita. Memang kami disana tidak lama. Karena selain emosi melihat tampang anak pungut macam setan itu, juga kami kaihan melihat nek mawar bercerita sambil menangis.

Tak tega melihat sesosok nenek yang telah renta dengan suara parau dan perkataan yang tak jelas itu. Akhirnya, kami pun berinisiatif pulang. Kami berpamitan kepada nek mawar dan berpesan supaya dia tinggal saja dgn anak perempuannya.

Masa bodoh dengan setan yang tak lain anak angkatnya sendiri itu. Biarkan saja dia dengan rumah tua yang besar ini. Toh tujuan dia dirumah ini kan untuk mengambil rumah ini.

Namun, nek mawar menolak. Ia mengatakan ia segan dgn mertua anaknya. Aku pun berkata, buat apa segan dirumah orang. mending ia pura-pura tak tahu dari pada tersiksa dirumah sendiri.

Memang, ku akui, rumah nek mawar agak lain auranya ketika kami masuk. Entah karena ia jarang sembahyang lagi karena sakit atau apa aku pun tak mengerti.

Akhirnya, kami pun sekeluarga pulang. Meninggalkan nek mawar dirumah tua bersama keponakannya juga segerombolan setan-setan itu.

diperjalanan pulang, aku mencaci maki anak angkat tak berotak itu! Aku coret namanya di hati dan otakku. Tak sudi aku memanggilnya paman lagi. Menganggapnya jadi manusia pun aku tak sudi.

Bukan karena aku mengetahui kebenaran ia anak pungut nek mawar, atau krn kami beda ras . namun karena sikap ia yang tega menyiksa orang yang telah mengangkat dang mengasuhnya selama belasan tahun.

Dari emosi ini juga aku belajar, jika kita harus menyayangi orang tua kita. Wajib! Harus! Mesti!

Kamis, 27 Januari 2011

Bahasa Mandarin,Bahasa Tionghua atau Putong Hua .

uey! *alay kambuh*
mau share ni,
baca ya.penting lo. ILMU BANGET
XD


Mandarin, Tionghoa, Putonghua



MANA yang benar: Bahasa Mandarin, Bahasa Tionghoa, atau Bahasa China, Putonghua? Bisa terjadi kebingungan massal di Indonesia.



Oleh LAMBERTUS HUREK



DI sejumlah toko buku di Kota Surabaya, kita saat ini bisa dengan mudah menemukan buku-buku pelajaran bahasa, kamus, percakapan, bahasa Mandarin dan bahasa Tionghoa. Juga ada Kamus Besar Tionghoa-Indonesia karya Mudiro, pakar bahasa asal Indonesia, yang tinggal di Tiongkok sejak 1964.



Huang Licheng, yang lebih dikenal dengan Wiliting, menyusun Kamus Indonesia-Inggris-Tionghoa. Kamus susunan Mudiro dan Wiliting ini termasuk yang paling banyak dipakai kalangan mahasiswa dan pelajar baik di Indonesia maupun Tiongkok. Namun, masih di toko-toko buku, kita pun akan banyak menemukan buku-buku tentang bahasa Mandarin.



Mana yang benar?



“Kedua-duanya benar. Bahasa Mandarin itu, ya, sama saja dengan Bahasa Tionghoa. Jadi, tidak usah bingung,” kata Muryani Semita, penulis sejumlah buku pelajaran bahasa Mandarin, belum lama ini.



Istilah Mandarin lebih banyak dipakai orang-orang Barat, yang berbahasa Inggris, untuk menyebut bahasa nasional di Tiongkok alias Zhongguo alias China. Mula-mula kata Mandarin merujuk pada bahasa para pejabat di Beijing, ibu kota Tiongkok sejak era Dinasti Yuan. Dan kebetulan logat Beijing itulah yang kemudian ditetapkan sebagai bahasa nasional negara Tiongkok.



Anehnya, warga negara Tiongkok sendiri tidak pernah menggunakan istilah Mandarin untuk menyebut nama bahasa nasionalnya. Mereka menyebut bahasa nasionalnya dengan Putonghua. Artinya, kira-kira bahasa umum atau bahasa standar. Putonghua inilah yang dimaksud dengan bahasa Mandarin oleh orang Barat.



Orang Indonesia ikut-ikutan menyerap istilah Mandarin dalam bahasa Inggris. Apalagi, orang Indonesia (non-Tionghoa) sebagian besar memang tidak menguasai Putonghua. Apalagi, selama 32 tahun rezim Orde Baru (1966-1998) melarang Putonghoa alias bahasa Mandarin baik lisan maupun tertulis. Tak hanya Putonghua, bahasa Tionghoa logat Hokkian (Fujian), Hakka, Kanton, dan seterusnya pun dilarang.



Selain di Tiongkok, Putonghoa alias Mandarin ini menjadi bahasa nasional Taiwan. Orang Taiwan juga tidak menyebut Mandarin, tapi guoyu. Singapura juga menjadikan Mandarin sebagai bahasa nasionalnya dengan istilah Huayu. Semuanya merujuk pada bahasa yang sama.



Bahasa Mandarin = bahasa Tionghoa = bahasa China = bahasa Cina, Putonghua = Guoyu = Huayu = Zhongwen.

Senin, 10 Januari 2011

Syair Meluruskan Pandangan & Menjernihkan Pikiran

Dubidubidamdamdubidubidam dubidubidamdadubidubidam~
Hai pembaca ? pa kabar? Baikkan ? ( littlegiraffe kambuh sok baiknya. Wkwkwkkw)
Ini, mau share sedikit pandangan yg menurut littlegiraffe T.O.P punya. Heheh
Baca ya, ambil positifnya! Jangan diejek! Sip? ^^

Syair Meluruskan Pandangan & Menjernihkan Pikiran
(diketik ulang oleh littlegiraffe karya YM Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira)

Edisi 10

  • Menguasai diri dan mengembangkan potensi diri adalah anak kunci dari segala pintu kemajuan dan kebahagiaan.
  •  Rajinlah berbuat kebajikan , sebab kebajikan membersihkan kejahatan. Bila tidak ada kesibukan dalam berbuat kebajikan, maka umat manusia sering tergoda untuk berbuat aksi kejahatan.
  •  Bangsa yang merdeka dari penjajahan karena para pahlawan rela berkorban jiwa raganya.
  • Bangsa akan makmur dari kemiskinan apabila para pemimpin bangsa rela mengorbankan kepentingannya.
  •  Bahagia diatas kemalangan sendiri adalah luhur, tetapi bahagia di atas penderitaan makhluk lain adalah hina
  •  Barang yang diperoleh dengan tidak baik cenderung menimbulkan banyak masalah dan jarang membawa kebahagiaan.
  •  Kemewahan merangsang timbulnya kebutuhan-kebutuhan , sedangkan kesederhanaan dapat menghebat dalam segala hal sekaligus mencerminkan kesahajaan dan kebijaksanaan.
  •  Lambat dalam berjanji, cepat dalam melaksanakan. Lebih baik pandai berkarya daripada pandai berbicara
  •  Lebih baik memberi daripada menerima, karena memberi berarti menyumbang dan melepaskan , sedangkan menerima berarti mempertanggung jawabkan.
  •  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati dapat membusukkan tulang.
  •  Orang yang baik ialah orang yang bisa malu jika perkataannya melebihi perbuatannua atau perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya.
  •  Orang yang malas berfikir adalah fanatik, orang yang tidak dapat berfikir adalah dungu, sedangkan orang yang tidak mau berfikir tentang sesuatu adalah budak.
  •  Bisa melihat kelemahan dan kesalahan diri sendiri adalah bijak, tetapi bila senang melihat kesalahan orang lain dan merendahkannya adalah bodoh.
  •  Menuruti hawa nafsu jelek adalah lemah, dapat menekan hawa nafsu adalah kuat. Memanjakan kepuasan diri adalah bodoh, mendisiplinkan diri adalah bijak. Membanggakan kepuasan diri adalah khayal, meniadakan diri adalah cerah.
  •  Menyombongkan diri adalah pekerjaan mudah, tetapi merendahkan hati itu perbuatan sulit. Merusak diri itu mudah, tetapi memperbaiki itu sulit. Untuk itu, janganlah meremehkan kesalahan diri sendiri walaupun sekecil apapun juga.
  •  Pikiran tanpa dilatih akan menjadi liar,

Minggu, 02 Januari 2011

ang pao ^^

Hohoho~

Apa kabar pembaca? ( B : Aciee, emg ada yg mau baca blog saya? Buku tamunya aja kosong gitu. A : biarin yg penting aku berbagi informasi yang aku ada xD )

Jadi ceritanya, tadi mery lagi beres-beres buku (krn bsg sklh :P)

Terus,, ketemu buku.. (sumpah., itu udh pasti)

Dan, blablablabla.

Panjang kalau di certitain, lgsg intinya aja.

Selamat membaca!

========================================

Hong Bao

Dari judulnya aja sudah semua udah senang. Secara gitu kan, HONG BAO itu identik banget sama UANG yang kita dapatkan di imlek!! (sebenarnya gak imlek aja lo, kalau ada yg married juga dpt :p)

Ayo ayo, ketahuan ya matrenya wkwkwkw. Kidding ^^

Tp ada yang tau gak asal usulnya hong bao atau biasa kita sebut ang pau itu?

Gak tau kan?

Ni, mery share kasi teman-teman asal mulanya. 0:)

Pada zaman dahulu kala, di daerah timur negri China (di atas bukit Dong Hai) ada hutan pohon persik. (tao shu). Umumnya pohon persik yang tua dan besar memiliki lubang. Di lubang pohon Persik itu banyak sekali hantunya, seperti siluman rubah, siluman tikus, dan siluman serigala. Umumnya, jika mereka keluar dari sarang maka mereka akan selalu merusak atau berbuat jahat. Terkecuali dewa penjaga hutan persik. Semua hantu ketakutan jika harus berhadapan dengan dewa penjaga tersebut. Karena itu, mereka selalu melihat situasi bila akan keluar sarang. Jika tidak ada dewa penjaga, mereka baru berani keluar . sebaliknya jika ada dewa penjaga, mereka memilih berdiam disarang daripada tertangkap dan menderita.

Hari yang paling merdeka buat para hantu dan siluman itu adalah bulan 12 tanggal 30 menurut kalender china. Umumnya malam tahun baru china dewa penjaga pulang kampung alias ke langit. Maka, para siluman itu dapat berbuat sesuka hati. Mereka merusak dan membuat warga hutan ketakutan. Oleh karena itu, umumnya penduduk desa tidak tidur pada malam tahun baru.

Penduduk desa lalu membuat api unggun dan duduk disekitarnya sambil mengobrol. Tindakan ini disebut shou sui. Namun, jika sudah tengah malam, umumnya anak-anak tidak dapat lagi menahan kantuk . tetapi, mereka terpaksa tidak tidur karena orang tua mereka akan tegas mengingatkan mereka untuk tidak tidur. Sebab, jika tertidur bisa-bisa para siluman dan hantu itu membawa mereka pergi. Para hantu dan siluman sangat takut terhadap apiunggun dan juga orang yang berjaga-jaga. Maka, mereka menunggu sampai semua tdk kuat menahan kantuk dan tertidur, baru mereka akan merusak dan membuat hal yang jahat.

Pada suatu malam imlek, Siluman Rubah berkata : “Inilah saatnya kita beraksi. Rencana saya tahun ini kita akan membuat manusia ketakutan dengan menculik anak-anak mereka.” untuk itu para siluman dan hantu menggengam kantong kertas berisi obat tidur. Mereka ingin membuat orang dewasa mudah tertidur sehingga usaha mereka mudah tercapai.

Seperti biasa, tiap malam tahun baru para penduduk membuat api unggun dan sebisa mungkin menahan anak-anak mereka untuk tidur. Melihat hal ini, para siluman dan hantu marah, para siluman dan hantu berusaha mendekati dan pada saat angin berhembus ke arah mereka, para siluman dan hantu menebarkan obat tidur. Dengan cepat angin membawa obat tidur tersebut terhirup oleh penduduk desa. Anak-anak paling cepat terpengaruh dan tertidur, tiba-tiba dtang angin dingin yang membuat mereka terjaga. Seseorang tiba-tiba berkata, “Bukankah nenek moyang kita pernah bilang, uang bisa mengusir siluman dan hantu , apalagi dimasukkan ke dalam amplop merah?!”

Dengan sigap dan dengan sisa-sisa kekuatan menahan kantuk, mereka membuat banyak sekali amplop kertas merah yang diisi uang. Lalu mereka memasukkan hong bao itu kedalam saku setiap anak yang tertidur itu. Setelah semua saku diisi hong bao, mereka pun tak kuasa lagi menahan rasa kantuk. Kebenaran ucapan nenek moyang mereka sudah tak dihiraukan lagi.

“Ayo, ini saatnya berpesta”, demikian siluman rubah berkata dgn semangat krn mengetahui semua org sudah tertidur. “Wah, org dewasa sungguh hebat, kita tdk dpt mengganggu mereka, ttpi kita dpt masuk ke kamar anak-anak” kata siluman rubah lagi. Saat mereka hendak menculik anak-anak itu, mereka melihat ada hong bao disetiap saku anak-anak.

Melihat amplop merah trsbut sebenarnya mereka agak takut, namun siluman rubah memberanikan diri dan mengambil semua hong bao itu. Ketika mengetahui ada uang dalam hong bao, siluman rubah berseru, “itu pasti uang untuk kita belanjakan. Mereka takut kita menculik anak-anak ini, maka mereka memberikan kita uang menikamati tahun baru”. Para siluman dan hantu setuju dengan ucapan siluman rubah, pemimpin mereka. Akhirnya mereka memutuskan hanya mengambil uang yang ada di hong bao dan pergi berpesta.

Keesokan harinya para orang dewasa terbangun. Mereka bergegas memeriksa kamar, anak-anak sudah bangun dan bermain dengan suka cita. Tak seorang anak pun yang hilang. Hanya saja uang-uang yang ada di dalam hong bao sudah lenyap.

Sejak saat itu dengan hong bao dan uang di dalamnya, mereka bisa menghalangi kesusahan dan kesukaran yang akan memimpin mereka. sejak saat itu, setiap malam tahun baru orang dewasa akan memberikan hong bao kepada setiap anak-anak , mereka semua dpat berbahagia dan bersuka scita menikmati tahun baru.

101 Kisah Bermakna dari Negri China, Lei Wei Ye>